KBR68H, Jakarta - Pusat Kajian Anti-Korupsi PUKAT UGM meminta agar perburuan aset-aset Bank Century di luar negeri tak berada di bawah koordinasi Wakil Presiden Boediono.
Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi dari Universitas Gadjah Mada (PUKAT UGM) Zainal Arifin Mochtar mengatakan hal ini dapat menimbulkan konflik kepentingan. Wakil Presiden Boediono, kata dia, lebih baik menjadi anggota dari tim kolektif tersebut.
"Jabatan secara struktur kan iya, tapi kan pengambilan kesimpulan tentunya belum tentu dia. Kan prosesnya kan kolektif bersama. Jadi belum tentu dia yang menentukan bahwa ini benar salah dan prosesnya ini kan mengalir dari sini. Saya terpikir memang ada peluang bisa jadi conflict of interest. Pada saat yang sama kan menrik juga. Dari situ kan dia bisa membersihkan namanya. Kalau dari situ dia dapatkan aset di luar negeri yang dibawa lari dan tidak ada kaitannya dengan dia. Itu kan bisa menarik."
Demikian tadi Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi dari Universitas Gadjah Mada (PUKAT UGM) Zainal Arifin Mochtar. Sebelumnya pemerintah menyatakan akan segera menyusun strategi untuk memburu aset-aset Bank Century di luar negeri. Pengembalian aset Century dilakukan oleh tiga menteri kabinet yakni Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Jaksa Agung Basrief Arief di bawah koordinasi Wakil Presiden Boediono. Penugasan itu tertera dalam Peraturan Presiden yang diterbitkan 20 Januari lalu.Aset Century ini antara lain berada di Hongkong dan Swiss.




